Rajin bertemu dengan sejumlah kalangan, Edy Ikhsan makin memantapkan diri untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada Serentak 2020. Ia lebih memilih menjadi kepala daerah untuk mengurusi warga kota dan memendam sementara keinginan mendapatkan gelar profesor.
Edy Ikhsan, lahir di Medan pada 16 Februari 1963, memulai karir sebagai staf pengajar di Fakultas Hukum USU pada 1988. Setelah menempuh pendidikan SD-SMP di di Yayasan Perguruan Josua, ia kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 3 Medan lalu ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Medan – Badan Komunikasi Perjuangan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengimbau umat tidak acuh terhadap proses politik.Jelang tahun politik Pilkada 2020, BKPRMI pun mendorong agar umat bisa memilih sosok yang peduli pergerakan masjid.
Sejumlah dedengkot aktivis di Kota Medan menyatukan niat mendukung Dr. H. Edy Ikhsan SH, MA di Pilkada Medan 2020. Bahkan senioran NGO yang kini menjadi Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman juga tak ketinggalan menyokong sang juniornya itu. Deklarasi digaungkan pada Sabtu (29/6/2019) di Penang Corner, Jalan Dr. Mansyur, di sela-sela halal bi halal aktivis dan jurnalis.
Tumbuh kembang seorang anak memang bergantung orangtua. Tapi ada hal-hal mendasar yang sangat mempengaruhi, di antaranya campur tangan negara.
Munculnya Dr. H. Edy Ikhsan, SH., MA sebagai salah satu kandidat Walikota Medan di Pilkada 2020 yang akan datang menjadi fenomena yang menarik. Sosok yang lahir dari rahim pergerakan rakyat itu diyakini akan menjadi representasi kekuatan masyarakat sipil Kota Medan. Demikian pendapat pegiat sosial dan pendidikan Sumatera Utara (Sumut) Agus Marwan melalui siaran persnya, Selasa (16/7/2019).
Medan : Masyarakat Madani atau dalam istilah Civil Society dianggap menjadi kekuatan alternatif membentuk peradaban di pemerintahan. Namun sejauh mana masyarakat mampu mewujudkan Civil Society itu di tengah-tengah ketidakpercayaan terhadap politik?
Demikian salahsatu isi dalam diskusi silaturahmi antara Akademisi USU Dr Edy Ikhsan SH MA dengan Pengurus Yayasan BITRA Indonesia, Senin (19/8/2019).
Edy Ikhsan yang diprediksi maju dalam Pilkada Medan 2020 itu menyinggung kekuatan civil society yang bisa menjadi kekuatan alternatif di tengah dominasi kekuasaan.
"Tentu diskusi dan silaturahmi ini erat kaitannya dengan apa yang akan kita capai ke depan. Bahwa Pilkada Medan adalah sebuah proses untuk mewujudkan peradaban masyarakat yang mencerminkan terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok eksklusif ke dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial," ujar Edy Ikhsan.
Selain itu, sambung Dosen Fakuktas Hukum USU itu, peradaban yang kita inginkan ke depan adalah menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif dalam Civil Society ini.
"Ini gerakan bersama, bukan hanya menargetkan seorang Edy Ikhsan ke Balaikota, bukan itu. Kita sedang bersama menjalankan upaya yang berbasis kekuatan rakyat dan mengerti dengan nafas gerakan ini. Namun tentu ini perlu mendapat banyak masukan dari kawan-kawan BITRA. Beberapa bulan ke depan kita akan bersilaturahmi dengan organisasi, komunitas dan kekuatan rakyat lainnya agar gerakan ini terarah dan terukur, " ujar Edy Ikhsan.
Direktur BITRA Indonesia, Rusdiana Adi meyakini masih banyak elemen rakyat yang berkenan meramu kekuatan civil society.
"Masih banyak. Tentu gerakan yang diusung Bang Edy Ikhsan ini sangat positif," kata Rusdiana Adi.
Salah seorang aktivis BITRA Indonesia, Swaldi menyebut gerakan membangun komunikasi ke publik akar rumput menjadi salahsatu upaya mewujudkan Civil Society tersebut.
"Memetakan basis dan memahami karakter pemilih," kata Swaldi.
Di tempat yang sama, Senior BITRA Job R Purba menekankan pentingnya kematangan analisis ke depan.
"Jangan berpangku pada organisasi NGO. Tentu sama-sama kita tahu Bang Edy Ikhsan ini punya jaringan dan simpul yang variatif," kata Job Purba.
Diskusi diakhiri dengan beberapa agenda tentang diskusi advokasi buruh binaan BITRA Indonesia yang ada di Kota Medan.
Pilkada Medan direncanakan digelar September 2020. Nama Edy Ikhsan didorong maju melalui jalur non partai. Pihaknya wajib mendapat dukungan KTP sebanyak 6,5 persen dari total DPT Kota Medan.
Editor: Rakyat Asril